Selasa, 23 Agustus 2022

 

                            Mengenal Bentuk Puisi Dalam Kitab Amsal

                                    by Fergie Lourency Baweleng STh

Bentuk puisi yang sangat mendasar di dalam kitab Amsal dan yang membedakannya dari bentuk puisi dengan kitab-kitab lainnyaadalah puisi dua baris atau dua larik. Hamper semuanya pernyataan yang ada pada intinya merupakan petunjuk-petunjuk praktis untuk hiudp sehari-hari ayng diungkapkan dengna singkat dan padat. Itulah sebenarnya yang disebut Amsal. Apa cirri-ciri Amsal tersebut? Tidak lain adalah adanya bentuk paralelisme semantic yang pada dasarnya mau menegaskan atau memperdalam makna atau pengertian dalam satu baris ke dalam baris berikutnya. Dengan demikian kita melihat adanya kesejajaran pengertian dalam rentetan baris-baris tadi. Ada 4 bentuk kesejajaran dalam kitab Amsal:

1.      Sinonim, baris kedua mengulangi kembali pengertian barisan pertama dengan kata-kata yang agak berbeda (Amsal 16:1-22:16)

Proverbs 16:13   1 Bibir yang benar dikenan raja,

dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya.

Proverbs 20:1  Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut,

tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.

Proverbs 16:18  Kecongkakan mendahului kehancuran,

dan tinggi hati mendahului kejatuhan.

Proverbs 11:25  Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,

siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

2.      Antitesis, merupakan pertentangan (Amsal 10:1-15:33). Kata kunci “tetapi”

Proverbs 10:1  Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya,

tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.

3.      Sintetis, pengertian yang ada dalam baris pertama dikembangkan atau diperluas dan diperjelas dalam baris-baris berikutnya. Jadi bentuk ini bukan sekedar mengulangi dan bukan sekedar mempertentangkan pengertian dalamb aris pertama ke baris ke dua melainkan menambahkan keterangan pada gagasan pertama.

Proverbs 31:10-11  Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.  Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.

4.      Comparison, mengandung pengertian di mana suatu kebenaran praktis diterapkan dengna sebuah ilustrasi dari alam atau dari suaut pengalaman. Melalui perbandignan tersebut diperoleh suatu gambara yang lebih konkrit dan sekaligus pula merupakan suaut pendalaman. Biasanya digunakan kata “seperti”; “lebih baik”; “lebih-lebih”.

Proverbs 26:17  Orang yang ikut campur dalam pertengkaran orang lain adalah seperti orang yang menangkap telinga anjing yang berlalu.

Proverbs 11:22  Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.

Proverbs 15:16-17  ebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan.  17 Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.

Proverbs 21:9  Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.

Proverbs 21:19   19 Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.

Proverbs 11:31   31 Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!

Proverbs 15:11  Dunia orang mati dan kebinasaan terbuka di hadapan TUHAN, lebih-lebih hati anak manusia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar